Berita Kampung

SEJARAH KAMPUNG

Kampung Sumber Sari adalah termasuk Kampung Transmigrasi Sukarelawan Serbaguna tahun 1964 yaitu Transmigrasi Program Nasional yang diatur dalam undang
undang yang pelaksanaanya ditangani oleh Departemen Transmigrasi. Untuk Tingkat Propinsi dilaksanakan oleh Kanwil departemen Transmigrasi Propinsi yang mendapat persetujuan /petunjuk dari Gubernur serta jajarannya dalam hal ini Bupati, Camat, Kepala Kampung, Kepala Adat dan unsur masyarakat lainnya.

Tentang penggunaan tanah yang akan dikelola dan dimiliki oleh warga transmigrasi secara turun temurun. Penempatan Transmigrasi Sukarelawan Serbaguna didataran Tinggi Tunjung dimulai tahun 1964 sebanyak 500 Kepala Keluarga yang berasal dari enam Karesidenan di Jawa Tengah dan ditempatkan di Empat kampung yaitu :

  1. Kampung Linggang Bigung
  2. Kampung Linggang Amer
  3. Kampung Sekolaq Joleq
  4. Kampung Sekolaq Darat

Dari 500 Kepala Keluarga tersebut kemudian dibagi ke empat kampung yang masing– masing kampung mendapatkan jatah 125 KK. Secara khusus untuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sekolaq Joleq ditempatkan 125 KK terdiri dari 567 jiwa. Pada saat itu nama kampungnya mengikuti nama kampung asalnya yaitu Sekolaq Joleq kemudian pada pertengahan bulan Juni 1964 warga UPT Sekolaq Joleq mengadakan pertemuan atau bermusyawarah membicarakan tentang berbagai masalah kampung yang diantaranya adalah nama kampung. Setelah beradu argumentasi tentang nama apa yang bagus dan cocok yang akan dipakai sebagai nama kampung, yang sekaligus dapat menjadi pemotifasi dan pencerminanan masyarakat yang tinggal didalamnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta menjalankan roda pembangunan yang dicanangkan oleh pemerinah maka sepakatlah memberi nama UPT SEKOLAQ JOLEQ itu menjadi SUMBER SARI.

Sumber Sari dari dua kata yaitu Sumber dan Sari. Sumber berarti merupakan tempatnya berbagai sumber kehidupan dan sari berarti tempatnya sari-sari atau inti dari kehidupan yang haqiqi sehingga siapapun yang datang ke kampung SUMBER SARI akan merasa tenang dan tenteram.

Beri Komentar